Lantas Siapa yang Munafik?
Aku sama sekali tidak mengenal bagaimana rupa munafik itu, sering kali bertemu salah seorang yang ku kira munafik tapi ternyata aku hanya lebih pandai bersembunyi, menjadikan mereka munafik dari sudut pandangku? Saat itu juga aku hanya makin mengenal diriku. Bila ditanya siapa yang munafik hari ini, pasti kita masuk dalam daftar itu. Semua manusia sedang menilai, hingga lupa bahwa mereka hanya sedang menutupi kemunafikkannya dengan mendikte kesalahan-kesalahan orang lain. Menjadikan diri sebagai seseorang sempurna untuk menyenangkan orang lain, bukankah itu munafik? Lari dari kenyataan dan memilih jalan mengikuti standarisasi manusia, bukankah itu bukan diri kita yang sebenarnya? Sungguh aku tentu ingin menjadi seseorang yang di anggap baik dan sempurna di mata orang lain, begitu pula kalian semua, tapi kita lupa bahwa kita memiliki kesempatan untuk berhenti bila itu terlalu melelahkan, mundur bila itu terlalu menyakitkan , dan menyerah bila itu terlalu menyesakkan. Kita sedang b...