Postingan

MENJADI DEWASA

  Ternyata menjadi dewasa seburuk ini, begitu banyak hal yang tidak di duga duga malah menjadi hal yang paling menghancurkan ku. Sebenarnya belum cukup untuk menceritakan pahitnya menjadi dewasa oleh manusia 20an ini , namun sayangnya waktu dan keadaan kerap memaksamu. Hari hari mungkin berjalan indah dan tentu tidak selalu, tapi jauh sebelum ini aku rindu sosok itu, manusia periang yang selalu sumringah tanpa orang lain tahu sedalam apa lukanya. Menjadi dewasa merupakan proses, dan dalam proses itulah semua perasaan dicampur dengan asal asalan dan kita tahu dengan baik hal itu, namun lagi lagi hal yang bisa kita lakukan hanya menangis.             Pernah baca salah satu quotes yang banyak sekali bertebaran “terkadang yang paling melukai mu adalah dirimu sendiri” kurang lebih begitu bunyinya. Fase dimana bukan lagi masalah cinta-cintaan, masalahah keluarga, masalah ekonomi, masalah insecurity , dan lain sebagainya. Yang menja...

Pemandangan Paling Menyakitkan

Potret kota perlahan makin menyakitkan, jalanan ramai dan macet perkepanjangan menjadi pemandangan paling memuakkan namun ada yang jauh lebih menganggu dari itu. Lampu merah adalah hal yang paling ku benci, bukan karena menunggu yang terlalu lama ataupun suara klakson yang membisingkan, ada diam yang begitu berisik dan mengganggu ku. Mengapa tubuh kecil itu harus berjalan dalam terik? mengapa mereka lupa menggunakan alas kakinya? mengapa  membawa tisu-tisu itu? mengapa mereka menampung tangan kepada tiap orang yang mereka lihat? mengapa tubuhnya di warnai seperti itu? mengapa mereka harus berada disana! pemandangan itu sangat melukai hati dan sangat menyakitkan saat melihat harapan pada mata indah itu. Melihat harapan dari mata yang di paksa menyerah adalah hal paling luar biasa, seolah dihadapkan pada banyak emosi. Ada bahagia yang rasanya tak bisa kau tahan, ada rasa marah yang ingin kau lepas, ada rasa sedih yang membuat mu ingin menangis, dan itu semua menjadi perasaan paling t...

Lantas Siapa yang Munafik?

Aku sama sekali tidak mengenal bagaimana rupa munafik itu, sering kali bertemu salah seorang yang ku kira munafik tapi ternyata aku hanya lebih pandai bersembunyi, menjadikan mereka munafik dari sudut pandangku? Saat itu juga aku hanya makin mengenal diriku. Bila ditanya siapa yang munafik hari ini, pasti kita masuk dalam daftar itu. Semua manusia sedang menilai, hingga lupa bahwa mereka hanya sedang menutupi kemunafikkannya dengan mendikte kesalahan-kesalahan orang lain. Menjadikan diri sebagai seseorang sempurna untuk menyenangkan orang lain, bukankah itu munafik? Lari dari kenyataan dan memilih jalan mengikuti standarisasi manusia, bukankah itu bukan diri kita yang sebenarnya? Sungguh aku tentu ingin menjadi seseorang yang di anggap baik dan sempurna di mata orang lain, begitu pula kalian semua, tapi kita lupa bahwa kita memiliki kesempatan untuk berhenti bila itu terlalu melelahkan, mundur bila itu terlalu menyakitkan , dan menyerah bila itu terlalu menyesakkan.  Kita sedang b...

I Love Me

Aku berjalanan tak bertujuan, sepi tak ada suara disini. Tapi aku suka tempat ini, hanya ada aku ditemani cermin besar setinggi tubuhku, pas sekali seperti memang di desain kusus untukku. Aku melihat jauh kedalam cermin itu, ternyata aku tak cukup tinggi untuk standar cantik yang ada, ternyata tubuhku lumayan berisi, rambutku juga tak lurus dan halus, dan ternyata warna kulitku jauh dari impian wanita-wanita yang cantik itu. tapi kalau diperhatikan hidung pesek ku cukup menggemaskan, gigi gingsul ku sangat manis saat tersenyum, rambut keriting ku juga terlihat begitu sehat, dengan tinggi segini aku pun tak perlu bersusah-payah  menunduk, tubuh gemuk ku pun sangat menyenangkan untuk di peluk, juga warna kulitku ternyata cantik bila ku bawakan bersama orang-orang ‘barat’ itu.  Rasanya bila melihat diriku seperti ini menyenangkan juga, apa yang memang ku miliki sangat sempurna ditakdirkan untukku. 'Insecure' mungkin sering ku alami tapi itu cukup menyiksa bagi diriku sendiri dan ...

Bersama Tuhan

Bukan tuhan yang tidak adil, tapi kau yang angkuh membiarkan usahamu merangkak tak terpapah do’a. Kau keliru, kau lupa, dan kau tak ingin mengerti bahwa usaha tanpa do’a hanyalah sia-sia, kau berpikir bahwa semua kerja keras yang kau usahakan adalah apa yang memang ditakdirkan untuk mu. Kau melangkah dengan percaya diri sampai lupa diri, kau jatuh terhempas ke jurang berduri dan tak ada siapa pun disana, kecuali kau dengan emosi bodohmu itu. Menyalahkan apa saja, tapi tak pernah menyalahkan dirimu.  Orang sepertimu sungguh butuh jatuh berulang kali agar mengerti bahwa dirimu bukan apa-apa, kau tidak hidup hanya untuk menyenangkan dirimu sendiri. Kau hidup untuk ketenangan siapa pun atas semua kesenangan mu itu, dan tuhan adil dalam memberi luka. Siapa pun yang berbahagia dengan sangat hari ini bisa saja terisak parau malam nanti, siapa pun yang bersedih hari ini bisa saja ditindih nestapa berikutnya dan bisa saja semua kesedihan yang dimilikinya sudah dicukupkan hingga hanya bahagi...

Tentang Patah Hati

              Ayah adalah cinta pertama setiap anak, dan ayah pulalah patah hati pertama setiap anak. Bukanya tak beralasan, hal ini karena kerinduan. Kerinduan merupakan senjata pamungkas bagi hati dan rasa manusia. Ketika berada di usia dini, seorang anak sangat menginginkan perhatian lebih namun selalu saja ibu yang memeluk dan memarahinya, pelukan ibu tak pernah cukup baginya ia pun ingin ketika menangis ada ayah yang selalu membenarkan kesalahannya.             Pada jaraklah mereka mencintai, ayah tak pernah memarahi ataupun lupa menggendongnya. Ayah selalu menjadi sosok pembela di tiap kekacauan yang kau buat, ayah tak tahu kau dimarahi karena menjawab kasar ibumu, ayah tak tahu kau berbohong perihal belajar kelompok, ayah tak tahu kau bangun kesiangan saat ibumu sudah sibuk di dapur, ayah tak tahu semua masalah yang kau bebankan pada ibumu, dia tak pernah tahu itu....

Kamu Luar Biasa

Selalu ada kata selamat dan rasa syukur tiap kali luka usai Entah itu sesaat setelah berdarah entah itu sepekan saat luka perlahan mengering, entah itu setahun saat luka tinggal bekas. Entah itu sepuluh tahun saat kita bahkan lupa dimana luka itu pernah menikam sangat dalam. Luka hari ini pasti menyakitkan, tapi yang perlu kau tahu bahwa setelah luka, saat nanti kau temui suka, kau akan sangat berterimakasih pernah sesakit itu karena ternyata bahagia mudah betul kau temui dari hal terkecil di hidupmu Hentikan tangis mu yang tersedu-sedu itu. Aku tahu bahwa menangis bukan kesalahan saat kau terluka, tapi yang perlu kau tahu bahwa kau yang terluka bukan seorang lemah yang selalu butuh di papah, maka berdirilah yang tegap. Hatimu tak goyah pundakmu masih kokoh angkat kepalamu, jangan mengadah seolah kau seorang paling terluka yang diselimuti kemalangan  Yang terluka bukanlah seorang lemah, kau tahu? Pemburu yang pemberani menikamkan tombaknya dengan cepat tak peduli berapa kali dia ha...