I Love Me
Aku berjalanan tak bertujuan, sepi tak ada suara disini. Tapi aku suka tempat ini, hanya ada aku ditemani cermin besar setinggi tubuhku, pas sekali seperti memang di desain kusus untukku. Aku melihat jauh kedalam cermin itu, ternyata aku tak cukup tinggi untuk standar cantik yang ada, ternyata tubuhku lumayan berisi, rambutku juga tak lurus dan halus, dan ternyata warna kulitku jauh dari impian wanita-wanita yang cantik itu. tapi kalau diperhatikan hidung pesek ku cukup menggemaskan, gigi gingsul ku sangat manis saat tersenyum, rambut keriting ku juga terlihat begitu sehat, dengan tinggi segini aku pun tak perlu bersusah-payah menunduk, tubuh gemuk ku pun sangat menyenangkan untuk di peluk, juga warna kulitku ternyata cantik bila ku bawakan bersama orang-orang ‘barat’ itu.
Rasanya bila melihat diriku seperti ini menyenangkan juga, apa yang memang ku miliki sangat sempurna ditakdirkan untukku. 'Insecure' mungkin sering ku alami tapi itu cukup menyiksa bagi diriku sendiri dan omongan orang-orang tentang banyaknya jerawatku sudah ribuan kali ku dengar, mulai dari yang terdengar samar sampai terang-terangan didepan ku, mulai dari mereka yang berempati; ‘kenapa kok gitu’, mereka yang menggurui ‘jangan dipegang-pegang makanya, kan jadi jelek gitu’, mereka yang menguji sabar ‘jerawat lu makin banyak aja’. Belum lagi tubuh gemuk, hal tersebut tentu bualan paling menyenangkan bagi mereka; ‘lu coba diet deh’, ‘yaampun gemuk banget’ , ‘ga cocok banget lu pake baju beginian, keliatan gendut banget’. Mungkin ada diantara ucapan mereka yang maksudnya bukan untuk menyudutkan ataupun merendahkan ku, tapi sayangnya aku bukan benda yang tak berperasaan, selebar apapun senyumku dan senyaring apapun tawaku tiap kali mereka mengucap hal-hal itu rasanya aku selalu tersudutkan.
Mecintai diri sendiri adalah tugas terberat yang pernah ada, kata-kata ‘love yourself’ sudah banyak sekali di gaung-gaungkan hari ini, tapi nyatanya mereka hanya meminta orang-orang menyedihkan ini untuk menjaga dirinya sendiri. Tiap kali belajar untuk mencintai diri sendiri selalu saja ada orang-orang yang berhenti untuk mencintai dirinya sendiri, karena mencintai diri sendiri artinya tidak dicintai siapapun. Mengikuti kata hati tak selalu menyenangkan hati, ketika hati meminta mu ‘gunakan saja rok pendekmu malam ini, kau terlihat cantik dan lebih tinggi’ ketika kau meng-iya-kan hatimu ‘ngapain pake rok pendek si? Ga dingin lu malam-malam gini? PD banget lu mamerin kaki item gitu’ . Selalu ada mereka yang ‘judge you’. Hal ini sama seperti melarang perempuan keluar malam karena sering terjadi kejahatan di jam-jam tersebut yang pelaku dominannya adalah laki-laki. Dikebun bintang kenapa harimaunya yang dikurung? Kenapa bukan manusianya saja? Jawabannya karena mayoritas selalu mendominasi minoritas. Orang gendut lebih sedikit dibanding para pembual, perempuan yang keluar malam tak banyak, harimau di kebun binatang belum sebanding dengan banyaknya pengunjung.
Minoritas tak pernah bisa berbuat apa-apa, jadi untuk mempertahankan dirimu kau harus mati-matian mencintai dirimu sendiri. Para penilai tak pernah ada surutnya, mereka selalu maju dan maju untuk menyudutkan mu. Hari ini mungkin melelahkan dengan sekian banyak kalimat tak mengenakkan yang sampai padamu, tapi semua itu lebih melelahkan jika kalimat-kalimat mereka membuatmu tak dapat membuktikan dirimu. Angkat kepalamu, melangkahlah di tempat yang kamu yakini pijakan itu kokoh, berhenti menundukkan kepala mu kepada mereka yang hanya bisa menjilati kotoran disepatu mu, tinggalkan yang meremehkan mu, dan singkirkan yang menghalangi mu.
Permulaan mungkin selalu jadi hal tersulit yang pernah ada, tapi sayangnya jika kau tak mengambil resiko dengan memulai itu sama saja memberi penghargaan kepada para pembual itu, memasangkan mahkota penghormatan, dan memakaikannya selempang kemenangan.
Menjadi seseorang yang mencintai dirinya tak harus cuek akan omongan mereka diluar sana dan mempertahankan diri seperti apa yang ada, lebih dari itu semua mencintai diri sendiri adalah melihat jauh kedalam diri kita dan mengenali dengan baik apa yang sebenarnya kita inginkan. Mencintai diri sendiri bukan hanya menerima dengan syukur, tapi memperbaiki dan selalu bersyukur atas apa yang telah kita perjuangkan. Bercerminlah dan kenali dirimu, kau harus jadi penilai pertama atas dirimu sendiri karena itu lebih melegakan ketimbang penilaian mereka yang bisa saja melukai mu.
Komentar
Posting Komentar