Tentang Patah Hati
Ayah adalah cinta pertama setiap
anak, dan ayah pulalah patah hati pertama setiap anak. Bukanya tak beralasan,
hal ini karena kerinduan. Kerinduan merupakan senjata pamungkas bagi hati dan
rasa manusia. Ketika berada di usia dini, seorang anak sangat menginginkan
perhatian lebih namun selalu saja ibu yang memeluk dan memarahinya, pelukan ibu
tak pernah cukup baginya ia pun ingin ketika menangis ada ayah yang selalu
membenarkan kesalahannya.
Pada jaraklah mereka mencintai, ayah
tak pernah memarahi ataupun lupa menggendongnya. Ayah selalu menjadi sosok
pembela di tiap kekacauan yang kau buat, ayah tak tahu kau dimarahi karena
menjawab kasar ibumu, ayah tak tahu kau berbohong perihal belajar kelompok,
ayah tak tahu kau bangun kesiangan saat ibumu sudah sibuk di dapur, ayah tak
tahu semua masalah yang kau bebankan pada ibumu, dia tak pernah tahu itu.
Kau mencintainya, sampai akhirnya
kau tumbuh lebih besar dan perlahan dewasa, saat itulah patah hati pertama mu.
Bukan usiamu yang bertambah dewasa, tapi mental dan emosional mu yang tumbuh
lebih dahulu dibanding fisik dan rupa mu. Akhirnya kau mengerti, apa yang
selama ini di renungi ibu sebelum lelapnya dan apa yang di tangisi ibu dengan
suara samarnya yang kau dengar tiap malam sunyi. Saat itu kau membenci sosok
yang paling kau cintai, dan rasanya sakit sekali. Seolah belati menikam ke ulu
hati dan berputar-putar disana, mengoyak dan menghancurkan tanpa jeda.
Rasanya semua hanya mimpi buruk,
namun ketika bangun kau masih berdarah dan sekarat, bahkan berharap mati sudah
ribuan kali kau haturkan, kau hilang harap atas dirimu sendiri. Sungguh rasa
sakit ini tak sebanding dengan putus cinta pertama mu, ini jauh lebih sakit.
Karena kau menumpu harap pada hati yang telah mati, berharap di mengerti namun
sayang kau sudah tiada arti.
Tidak semua merasakan patah hati
sesakit ini, mungkin kau sedang bergumam bahwa penulis ini sedang tak waras
menyamakan ayah yang sangat kau sayang dengan ayah yang dituliskannya. Tapi cobalah
lihat kerut di wajah ibumu, apa kau tahu sudah berapa banyak waktu yang
dibuangnya menangis hanya karena ingin kau menikmati banyak waktu untuk tertawa
dan bahagia. Ayah adalah sosok luar biasa, dan ibu adalah sosok sangat luar biasa.
Setiap tetes keringat ayah dan tumpahan air mata ibu tumbuh menjadi manusia
hebat seperti kau.
Komentar
Posting Komentar