Bersama Tuhan
Bukan tuhan yang tidak adil, tapi kau yang angkuh membiarkan usahamu merangkak tak terpapah do’a. Kau keliru, kau lupa, dan kau tak ingin mengerti bahwa usaha tanpa do’a hanyalah sia-sia, kau berpikir bahwa semua kerja keras yang kau usahakan adalah apa yang memang ditakdirkan untuk mu. Kau melangkah dengan percaya diri sampai lupa diri, kau jatuh terhempas ke jurang berduri dan tak ada siapa pun disana, kecuali kau dengan emosi bodohmu itu. Menyalahkan apa saja, tapi tak pernah menyalahkan dirimu.
Orang sepertimu sungguh butuh jatuh berulang kali agar mengerti bahwa dirimu bukan apa-apa, kau tidak hidup hanya untuk menyenangkan dirimu sendiri. Kau hidup untuk ketenangan siapa pun atas semua kesenangan mu itu, dan tuhan adil dalam memberi luka. Siapa pun yang berbahagia dengan sangat hari ini bisa saja terisak parau malam nanti, siapa pun yang bersedih hari ini bisa saja ditindih nestapa berikutnya dan bisa saja semua kesedihan yang dimilikinya sudah dicukupkan hingga hanya bahagia dan gelak tawa lepas yang membersamainya sampai akhir.
Kita tak pernah tahu apa yang saat ini sangat erat dalam genggaman bisa saja terlepas begitu saja, atau hancur karena terlalu sesak dan menyulitkan. Jangan egois, kau tak pernah tahu kapan hari kau akan di sadarkan dan menyesali hari ini. Sejauh apapun kau melupakan siapa dirimu, tuhan pasti akan mengingatkan mu.
Bila hari ini do’a mu masih belum dikabulkan, cobalah lihat kedalam dirimu; apakah kau lupa berterima kasih dan hanya meminta? Jangan di takar, jangan di ukur. Agar suka dan duka mereka bukan standar atas rasa syukurmu.
Tulisan ini bukan untuk menceramahi siapapun, melainkan untuk selalu mengingatkan langkah ku dan meneguhkan hatiku dalam bertindak. Bila tulisan ini mampu memberi ketenangan bagi kalian, sungguh terima kasih yang sebesarnya.
Tertampar sangat :)
BalasHapus